Indosat Indosat Indosat

Kepala SMA di Banten Tampar Murid Merokok, Andra Soni

Indosat

Serang – Kepala SMA Sebuah kejadian di lingkungan sekolah kembali memantik perdebatan publik soal batas antara disiplin dan kekerasan. Seorang Kepala SMA Negeri di Banten menjadi sorotan setelah menampar seorang siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

“Menegakkan aturan sekolah itu penting. Tapi kekerasan fisik bukan caranya. Dunia pendidikan harus jadi ruang aman bagi siswa,” ujar Andra Soni dalam pernyataan resminya.

Indosat

Awal Kejadian: Merokok di Sekolah, Ditegur, Ditampar

Kepala SMA
Kepala SMA

Baca Juga : Cikande Tercemar Radioaktif Cesium-137, KLH Bergerak Cepat

Kejadian bermula saat siswa tersebut tertangkap basah sedang merokok di area sekolah. Kepala sekolah yang merasa geram, disebut langsung menegur dengan nada tinggi, dan saat murid dianggap tidak menunjukkan penyesalan, tamparan pun mendarat di wajahnya.

Respons pun beragam: sebagian mendukung tindakan kepala sekolah sebagai bentuk kedisiplinan keras, namun tak sedikit pula yang mengecam karena menilai tindakan fisik melanggar prinsip perlindungan anak dan hak pendidikan yang aman.

Andra Soni: “Disiplin Tak Perlu Dengan Kekerasan”

Sebagai Ketua DPRD Banten dan figur publik, Andra Soni secara terbuka menyayangkan tindakan tersebut.

“Kami tidak membela anak yang merokok. Tapi mendidik dengan menampar bukan solusi. Pendidikan itu membentuk karakter, bukan melukai,” tegasnya.

Dinas Pendidikan Turun Tangan

Dinas Pendidikan Provinsi Banten menyatakan telah memanggil kepala sekolah terkait dan meminta klarifikasi.

Netizen Terbelah: Disiplin atau Kekerasan?

Isu ini memicu debat publik yang panjang. Di satu sisi, banyak netizen menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya sikap indisipliner siswa di sekolah, termasuk merokok, bolos, hingga kenakalan remaja lain. Namun, publik juga makin sadar bahwa cara menegur harus menghindari kekerasan fisik, karena dapat berdampak psikologis jangka panjang.

Penutup: Pendidikan Bukan Ruang Tampar, Tapi Ruang Tumbuh

Insiden ini di Banten ini bukan semata soal tamparan. Ia mencerminkan tantangan sistem pendidikan kita hari ini: bagaimana menjaga disiplin tanpa melukai, bagaimana membentuk karakter tanpa kekerasan.

Kini, semua pihak—guru, murid, orang tua, hingga pembuat kebijakan—perlu duduk bersama dan menjawab pertanyaan besar: apa arti “tegas” dalam pendidikan yang manusiawi?

📚 Catatan Penting:

  • Kekerasan fisik terhadap anak di lembaga pendidikan melanggar UU Perlindungan Anak.

  • Disiplin tetap bisa ditegakkan lewat dialog, konseling, dan sanksi edukatif.

  • Sekolah harus menjadi tempat aman, bukan tempat trauma.

Indosat