Serang – Wakil Kepala BGN Kasus keracunan massal akibat konsumsi produk MBG masih terus menjadi sorotan publik.
Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Insiden ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan masyarakat.

Baca Juga : Legislator Desak Perusahaan Buang Limbah Radioaktif di Serang Diusut
Salah satu yang ikut tersentuh adalah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Deyang.
Dalam sebuah konferensi pers, Nanik tampak tak kuasa menahan air mata.
Ia menangis sambil menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa dan keluarga mereka.
Nanik mengatakan bahwa peristiwa ini tidak seharusnya terjadi.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengawasan gizi dan keamanan pangan, BGN merasa kecolongan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh dalam penanganan kasus tersebut.
Permintaan maaf itu disampaikan di hadapan awak media dan perwakilan orang tua siswa.
Suasana ruang konferensi pers menjadi hening ketika Nanik mulai terbata-bata berbicara.
Tangisnya pecah ketika menyebut kondisi anak-anak yang harus menjalani perawatan medis.
Nanik mengaku sangat menyesal dan berjanji melakukan evaluasi besar-besaran.
Menurutnya, kasus ini harus dijadikan pelajaran penting bagi semua pihak.
BGN, kata Nanik, akan memperketat prosedur pengawasan makanan yang beredar di sekolah.
Ia juga menambahkan bahwa inspeksi mendadak akan dilakukan secara rutin.
Langkah ini bertujuan agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.
Orang tua siswa menyambut baik permintaan maaf tersebut, meskipun rasa kecewa masih terasa.
Beberapa orang tua berharap pemerintah memberi jaminan keamanan pangan yang lebih kuat.
Mereka juga menuntut pertanggungjawaban hukum terhadap pihak-pihak terkait.
Di sisi lain, para siswa yang menjadi korban kini sebagian besar masih dalam perawatan.
Beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Namun, ada juga yang masih harus dirawat intensif di rumah sakit.
Dokter menyebut gejala utama keracunan berupa mual, muntah, dan pusing.

















